“Potensi AI dalam Menciptakan Lapangan Kerja Baru di Indonesia”

Penerapan kecerdasan buatan (AI) di Indonesia memiliki potensi besar untuk menciptakan lapangan kerja baru, khususnya pada sektor-sektor strategis seperti kesehatan, pendidikan, serta reformasi birokrasi—sejalan dengan prioritas transformasi nasional melalui program Asta Cita 08 dan fokus Food-Energy-Water (FEW). Menurut Arief Kusuma, Direktur KORIKA, AI tidak hanya mempercepat dan meningkatkan efisiensi pekerjaan rutin, tetapi juga mendorong tumbuhnya jenis pekerjaan baru di bidang digital, termasuk dalam pengelolaan data, pengembangan perangkat lunak, dan otomasi proses bisnis. Meski terdapat risiko hilangnya beberapa pekerjaan tradisional, peluang baru tercipta justru melalui pemberdayaan talenta digital—di mana upskilling dan reskilling sangat krusial untuk menghadapi kebutuhan 9 juta talenta digital di tahun 2030. AI juga berperan penting dalam menjangkau kelompok inklusif, seperti penyandang disabilitas dan masyarakat di wilayah terpencil, contohnya melalui digitalisasi UMKM, sehingga pekerjaan digital semakin terbuka luas dan merata.
Untuk memastikan manfaat AI dirasakan secara adil, Arief menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, pembangunan infrastruktur yang merata, dan peningkatan literasi digital serta AI di semua lapisan masyarakat. Standarisasi etika dan komitmen multi-pihak menjadi pondasi agar adaptasi AI memperkuat peran manusia sebagai pengambil keputusan akhir, bukan digantikan proses otomatisasi semata. Kolaborasi antara pemerintah, asosiasi, dan swasta mutlak diperlukan dalam mengimplementasikan roadmap digital nasional, termasuk upaya memperkecil kesenjangan antara pekerja yang melek AI dan yang belum. Dengan pondasi pelatihan, literasi, dan ekosistem kolaboratif yang tepat, adopsi AI di Indonesia berpotensi menjadi alat kunci untuk meningkatkan kesejahteraan dan menciptakan lapangan kerja baru yang lebih inklusif dan berdaya saing global.

Written by Arief Kusuma